Aku sempat bertanya, Kenapa semua pilihannya negatif??
Yah jika kamu berada hanya pada dua pilihan itu, yang mana yang akan kamu pilih?? <- Meni kekeuh pisann euy
Lama banget aku mikir.. Entah aku yang lemot ato emank pertanyaannya yang susah dicerna..
Sampai2 aku mengeluarkan jurus logikaku..
Hmm Kalo negasi di-negasiin maka kalimatnya jadi positif..
Mungkin secara rumus ada dua kemungkinan :
!(!A atau !B) maka hasilnya bisa yang ini !(!A) atau !(!B), atau jadinya A dan B..
haha hanya rumus intro jangan terlalu dipikirkan
Trus Kalo aku memilih salah satu, berarti aku tidak setuju dengan pilihan yang tidak kupilih (bingung kan)..
Jawaban awal untuk saat itu adalah aku memilih untuk tidak dihargai.
Kenapa krn aku merasa jika aku mencintai orang maka otomatis aku akan menghargai orang tersebut,
maka aku lebih memilih untuk tidak dihargai daripada tidak dicintai
haha itu sesaat sebelum aku selesai nonton film If Only.
Filmnya Paul Nicholls and Jennifer Love Hewitt..
Penyesalan selalu datang pada saat kita kehilangan
Tidak pernah menghargai saat2 masih diberi kesempatan
Sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing2
hingga akhirnya kita kehilangan orang2 yang kita cintai atau kasihi..
Kemudian selalu terlontar kata2 :
aduh knapa gw dlu ga gini aja yah??
wah seharusnya gw gitu tuh..
Di film tersebut terdapat kata2 "He Loved Her Like There Was No Tomorrow"..
mungkin bisa diadaptasi menjadi "kita mengasihi orang yang kita cintai saat ini seperti tidak ada hari esok"..
pertanyaannya.. Apakah bisa kita bertindak seperti itu?? Jawab sendiri yah
Haha balik lagi ke pertanyaan Lebih memilih untuk tidak dihargai ato tidak dicintai??
stelah berputar2 dengan pertanyaan2 yang bercabang dr satu akar..
Maka dengan lantang aku menjawab : aku ga akan memilih dua2nya..
Dengan menghargai cinta yang hadir dalam hidupku
sebagai catatan.. Cinta disini dalam ruang lingkup yang universal
mettacitena
[R.O]
Devious Comments
--
-- Learn something about everything and everything about something --
--
<B21st>
Imagination will often carry us to world that never were. But without it we go nowhere.
aq stuju jg sama pendapatmu
--
Face your past without regret.
Handle your present with confidence.
Prepare for the future without fear.
Keep faith and drop the fear.
Don't believe your doubts and never doubt your beliefs.
Life is wonderful if you know how to live it
--
-- Keep The Spirit High --
kok aku bacanya jadi deg-degan sambil merinding dan gemetaran yah.. kaki jadi pucat, tapi waktu aku pegang nggak dingin. tangan mati rasa, jadi kucoba mengigitnya.. eh.. jariku malah putus. mau nyambungin lagi nggak bisa, soalnya tangan yg satu lagi juga udah kaku. terpaksa duduk pasrah, kayak kodok yg didudukin di kursi. lama-lama pandangan makin gelap, padahal lampu masih menyala. musik yang kudengar volumenya semakin. tapi kedengaran suara dari kejauhan yang memanggil-manggil. suara makin dekat dan keras. suara itu.. meneriakkan kata.. "woi bangun! baca jurnal aja sampe ketiduran!".
jangan ketawa tapi jangan terlalu serius donk..
iseng kasi opini ah.. pilih yang mana aja, buat apa pusing.
okeh, mari main logika dan hitung2an: dari dua ratus juta orang, hitungan kotornya bagi dua (cewe & cowo), bagi empat (anak kecil, abg, dewasa, ortu), bagi dua (sehat & sakit), bagi dua (cakep & jelek) pasti ada minimal satu orang yang masih menghargai DAN mencintai kita.
huh..
--
If debugging is the process of removing bugs, then programming must be the process of putting them in.
--
Face your past without regret.
Handle your present with confidence.
Prepare for the future without fear.
Keep faith and drop the fear.
Don't believe your doubts and never doubt your beliefs.
Life is wonderful if you know how to live it
--
-- Keep The Spirit High --
Previous PageNext Page